Memahami Lelucon dari Sudut Pandang Bahasa

Memahami Lelucon dari Sudut Pandang Bahasa

13 views
0

Lelucon biasanya merupakan cerita pendek atau susunan perkataan yang bersifat lucu. Terdapat beberapa kategori lelucon, dari lelucon sederhana hingga lelucon yang menggunakan sarkasme. Lelucon biasanya menyenangkan untuk sebagian orang, tetapi lelucon itu menjadi menyakitkan bagi pihak lainnya. Lelucon ini biasa dimediakan dengan cerita humor.

Setiap manusia memiliki insting atau naluri untuk mencari kesenangan, kegembiraan, dan hiburan sudah dimiliki sejak  bayi. Sejak seorang bayi dilahirkan, ibunya segera melatihnya untuk menyukai kegembiraan. Biasanya, manusia yang dapat memiliki kegembiraan melalui sesuatu yang dapat membuat mereka tertawa, tidak akan berminat untuk mencari definisi tentang sesuatu yang disebut lucu . Dalam kajia teori sastra, bagian yang tersulit untuk dirumuskan adalah hal-hal yang berkenaan perbedaan pengalaman pribadi tentang sesuatu yang membuat seseorang tertawa atau tersenyum selalu berbeda. Dalam beberapa hal, konsep lucu bagi beberapa orang berbeda. Biasanya, kelucuan atau sebuah lelucon, erat kaitannya dengan sesuatu yang terjadi atau dilakukan tidak dalam taraf wajar, dan tidak memerlukan suatu perbaikan.

Lelucon, atau yang lebih dikenal dengan kata humor kemungkinan telah tercipta sejak manusia mengenal bahasa, atau bahkan lebih tua. Lelucon sebagai salah satu sumber rasa gembira, mungkin, sudah menyatu dengan kelahiran manusia. Jika dilacak asal-usulnya, kata lelucon ini berasal dari kata dari kata Latin yaitu lulucon. Di Indonesia, daerah yang terkenal banyak memiliki orang yang memiliki keahlian menciptakan lelucon ini adalah masyarakat Jawa Barat.

Pada sebagian orang, lelucon ini sering dianggap hal sepele, bahkan menyebalkan. Dalam ilmu folklor, lelucon berwujud cerita pendek lisan yang fiktif dan lucu. Dalam pemaknaanya, lelucon sendiri dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu lelucon dan anekdot. Namun, keduanya sering disamakan perujukannya. Perbedaannya, lelucon menyangkut anggota suatu kelompok (folk), seperti suku bangsa, golongan, bangsa, atau ras tertentu, sedangkan anekdot menyangkut pribadi seseorang atau beberapa tokoh masyarakat yang benar-benar ada.

Jika dilihat dari stuktur, lelucon adalah cerita fiktif, yang tidak pernah berdasarkan fakta. Hal yang diungkapkan sebagai lelucon, berasal dari prasangka, baik yang memiliki sifat positif maupun negatif, yang terbangun dari sentimen atau pengetahuan yang berdasarkan stereotip. Sama halnya dengan dongeng, lelucon pun memiliki fungsi sebagai penglipur lara. Aakan tetapi, lelucon merupakan humor yang dapat menyebabkan pendengar, pembawa, atau pembacanya tertawa, bahkan hingga terbahak-bahak. Segala bentuk yang diorientasikan dengan sifat lucu, biasa diciptakan melalui kejutan, keanehan, kebodohan yang dimiliki seseorang atau dari kejanggalannya dari sesuatu atau prilaku seseorang.

About author