Profil: Ibu Yati Arudji, Pendiri Laskar Wanita Indonesia

Profil: Ibu Yati Arudji, Pendiri Laskar Wanita Indonesia

68 views
0

Sumarsih Subiyati biasa dipanggil Yati Arudji, istri Arudji Kartawinata, komandan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Divisi III Jawa Barat yang kelak menjadi Divisi Siliwangi adalah salah satu pendiri Laskar Wanita Indonesia dibentuk pada 12 Oktober 1945. Anggota Laswi beragam, dari gadis, ibu rumah tangga hingga janda, umumnya berusia 18 tahun ke atas.Laskar Wanita Indonesia (LASWI) adalah badan pergerakan dan perjuangan kaum perempuan yang berkontribusi dalam era menegakkan Republik Indonesia. Laswi merupakan organ afiliasi Musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) yang sebelumnya bernama Markas Dewan Pimpinan Perjuangan (MDPP), yang mengkoordinir 61 kesatuan perjuangan di seluruh Jawa Barat.

Pada masa revolusi ini, tidak sedikit kaum wanita menunjukkan kemampuannya untuk ikut berjuang bersama para gerilyawan Republik Indonesia. Pada masa revolusi, rakyat merupakan kekuatan utama dalam menghadapi serangan penjajah, yang ingin menduduki Indonesia kembali. Setelah Jepang menyerah di tangan sekutu, yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, maka seluruh organisasi perempuan bentukan Jepang dihapuskan, dan kemudian diganti dengan organisasi bentukan pemerintah Indonesia. Sumarsih Subiyati Arudji Kartawinata merupakan salah satu dari pendiri Laswi, atau Laskar Wanita Indonesia. di Jawa Barat, dan salah satu pemimpin satuan laskar wanita gerilya. Laswi terkenal dengan kerapian tempur unggulnya serupa militer.  Hubungan baik saling bahu membahu  antar Laskar nampak semisal pada waktu  Laskar Rakyat bersama Laswi menuju Jawa Barat untuk merebut kembali Bandung dari cengkeraman sekutu.

Munculnya Laswi sebagai badan perjuangan wanita merupakan ide dari Sumarsih Subiyati atau lebih dikenal dengan Ny. Arudji Kartawinata atas dasar keprihatinannya terhadap nasib perempuan-perempuan Indonesia, yang terkungkung oleh penjajah.. Beliau sangat mengagumi dari sosok Kartini, Untuk itu, beliau mendirikan Laswi dengan modal perjuangan Kartini. Pelajaran Kartini merupakan pelajaran pertama yang beliau berikan untuk menggugah semangat perjuangan para anggota Laswi yang memanggul senjata di front Jawa Barat.10 Laswi resmi berdiri pada tanggal 12 November 1945 dan bermarkas di Gedung Mardihardja, jalan Pangeran Sumedang No. 91 Bandung. Diketuai oleh Sumarsih Subiyati Arudji Kartawinata

Banyaknya dukungan dari hampir semua pihak di Yogyakarta, Ny. Arudji Kartawinata melanjutkan perjuangannya yaitu dengan mendirikan Laswi cabang Yogyakarta. Sehingga Laswi pecah menjadi dua, yakni Laswi Pusat di Bandung dan Laswi cabang Yogyakarta. Di bawah kepemimpinannya, walaupun berada di kota yang berbeda, antara Laswi pusat

dengan Laswi cabang Yogyakarta, tetap tetap bekerja sama dan bahu membahu dalam penyaluran tenaga maupun bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari para pejuang. Laswi cabang Yogyakarta mendapat sambutan hangat dari masyarakat Yogyakarta, hal tersebut terbukti dengan adanya wanita baik remaja, ibu rumah tangga yang mau bergabung kedalam Laswi

About author