Mengenal Akulturasi Budaya

Mengenal Akulturasi Budaya

82 views
0

Akulturasi adalah suatu proses sosial, yang timbul, ketika pada suatu kelompok manusia, yang memiliki kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Contoh akulturasi: Saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga menge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa. Ini terjadi di acara Simfoni Semesta Raya. Dalam permasalahan akulturasi, hal ini akan melingkupi beberapa permasalah, terutama masalah budaya dan masalah agama

Akulturas sangat berkaitan dengan asimilasi. Ke dua hal tersbut  merupakan dua dari sekian konsep yang dikenal di saat seseorang memperbincangkan tentang relasi antaretnik atau interaksi dan komunikasi antara dua komunitas atau individu yang berbeda budaya. Konsep akulturasi dan asimilasi dimaknai tidak seragam oleh para pakar dan ilmuwan. Diantara mereka memberi definisi dan pemaknaan serta pengimplementasian yang beragam. Makna  akulturasi dalam wacana hubungan antra etnik semakin jelas, ketika mengemukakan makna asimilasi. Hal ini seperti yang tertulis dalam buku seorang ahli, ytang bernama Park dan Burgess, yang dikutip oleh Mulyana dan Djalaludin, pada tahun 2001, mengatakan bahwa: “Asimilasi adalah suatu proses interpretasi dan fusi. Melalui proses ini orang-orang dan kelompok-kelompok memperoleh memori-memori, sentimensentimen, dan sikap-sikap orang-orang atau kelompok-kelompok lainnya, dengan berbagai pengalaman dan sejarah, tergabung dengan mereka dalam suatu kehidupan budaya yang sama”.

Berdasarkan pernyataan tersebut, akulturasi adalah segala perubahan budaya, yang disebabkan oleh interaksi anatra kelompok masyarakat yang memiliki budaya lokal, yang kemudian mengurangi, bahkan menolak penerimaan pola-pola dan budaya baru, sebagai bentuk ciri-ciri masyarakat pribumi terhadap kelompok-kelompok minoritas. Untuk lebih mudahnya, akulturasi sebagai suatu proses yang dilakukan warga pendatang, untuk menyesuaikan diri dan membaur dengan budaya pribumi. Akan tetapi, tidak selalu akulturasi mengalami hhal tersebut di atas. Dalam akulturasi juga menunjukkan bahwa masyarakat yang berda dalam kelompok  minoritas, tetap memiliki sebagian ciri asli mereka dan membuang ciri-ciri lainnya, sementara pada saat yang sama mereka juga mungkin menerima sebagian ciri budaya dominan dan menolak ciri-ciri lainnya.

Dalam akulturasi kebudayaan mencakup permasalahan dalam hal organisasi sosial, mata pencaharian, bahasa, dan juga kesenian. Kita ambil contoh adalah akulturasi mahasiswayang memiliki budaya Sumatra, yang terkenal keras, dengan mahasiswa yang memiliki budaya Jawa, dengan budaya yang lemah lembut, pada sebuah universitas di ibukota Jakarta. Akulturasi yang tampak dominan adalah akulturasi budaya Jawa, sebagai unsur budaya asing yang bertemu dengan bahasa Melayu baik yang akulturasi yang bersifat substitusi, sinkretisme, dan adisi. Ketika mahasiswa yang berasal dari wilayah Sumatra menerima kebudayaan Jawa, yang serba lemah lembut dan perlahan,, maka unsur budaya tersebut telah diterima dan terjadi sebuah akulturasi

About author