Uniknya Aneka Perayaan Festival dan Budaya Jepang

Uniknya Aneka Perayaan Festival dan Budaya Jepang

10 views
0

Jepang tidak akan pernah habis mengurai cerita uniknya, mulai dari adat-istiadat Jepang tradisional sampai modern, semuanya memiliki daya tarik yang disukai banyak orang dan istimewanya hanya dimiliki oleh negeri matahari terbit itu. Jika anda memiliki kesempatan untuk pergi ke Jepang, maka sempatkanlah untuk melihat dan membaca kalender Jepang pada saat itu, lantaran Jepang memiliki kumpulan festival di hari libur yang menunjukkan karakter masyarakatnya yang sungguh menjaga tradisi. Tua muda, anak kecil sampai dewasa akan sungguh menikmati aneka festival di Jepang dan perayaan-perayaan yang ada, bahkan ada juga rangkaian hari libur/tanggal merah yang berderet dan menjadi waktu favorit bagi orang Jepang untuk bepergian.

Agar bisa sekaligus menikmati festival-festival yang akan diadakan disana, selain terkenal akan seni, kebudayaan, objek wisata dan dunia kulinernya, ternyata adat-istiadat Jepang juga selalu konsisten mengadakan perayaan yang menarik animo masyarakat untuk berpartisipasi bareng, jadi kalau kamu berencana pergi jalan-jalan atau traveling ke Jepang, tak ada salahnya menunggu tanggal yang pas.

Uniknya Aneka Perayaan Festival dan Budaya Jepang

 

Berikut ini merupakan sejumlah rangkaian festival Jepang yang populer, biasanya festival ini akan berlangsung di berbagai kota dan bisa menjadi pilihan anda untuk berkunjung.

– Festival Hanami
Barangkali hanya di Jepang yang merayakan hari musim semi dengan banyak acara menyenangkan. Ada 1 festival yang menjadi primadona masyarakat Jepang saat musim dingin telah bersedia berakhir, musim semi ditandai dengan mulai bermekarannya bunga sakura Jepang. Bunga sakura di Jepang akan bermekaran secara berurutan dari ujung utara sampai ke ujung selatan Jepang. Menariknya acara bermekaran bunga sakura ini akan menjadi porsi utama berita seluruh wilayah Jepang. Karena menganggap bunga yang setelah mekar kemudian menggugurkan diri itu sebagai simbol pengorbanan, bunga berwarna merah muda itu memang memiliki banyak arti filosofis, orang Jepang memuja bunga sakura. Bunga sakura juga dilambangkan sebagai simbol kesetiaan dalam cinta. Hanami berasal dari gabungan dua kata yaitu hana (bunga) dan miru (melihat). Setelah bunga sakura mulai mekar, biasanya satu keluarga atau kelompok pertemanan akan piknik bareng di taman yang luas sambil membawa makanan, mereka biasa mengobrol sampai karaoke di alam yang terbuka.

– Gion Matsuri
Gion Matsuri dikenal sebagai festival yang menarik banyak wisatawan ke Kyoto. Biasanya dilaksanakan dari 17 Juli sampai 24 Juli di jalan raya. Konsepnya seperti street carnival dengan mengarak kediaman tradisional Jepang yang didesain dengan empat roda sehingga bisa didorong dan peserta festival mengenakan kimono lengkap. Tidak cuma mengenakan kimono, pesertapun berdandan ala samurai dengan pedang dan kipas sebagai aksesoris.

– Awa Odori
Anda dapat melihat masyarakat Jepang berubah karakternya dari yang mencondong pemalu dan introvert menjadi lebih bersemangat di festival ini. Awa Odori dikenal sebagai festival tari terbesar di Jepang, festival ini direalisasikan pada tengah musim panas mulai tanggal 12 s/d 15 Agustus. Peserta akan membentuk grup tari massal dan berdandan dengan kimono atau pakaian tradisional yang sudah dimodifikasi dengan penutup kepala atau aksesoris lainnya. Awa Odori diselenggarakan di kota Tokushima.

– Kanda Matsuri
Tokyo tak hanya memiliki kesibukan dan juga street style yang terkenal dengan gaya Harajuku-nya, kota yang menjadi ibu kota negara Jepang ini juga memiliki satu festival terkenal yaitu Kanda Matsuri. Kanda Matsuri merupakan suatu perayaan untuk agama Shinto yang cukup populer di Jepang. Waktu pelaksanaannya dikenal sebagai pertengahan bulan Mei tiap tahunnya. Masyarakat di sekitar Tokyo atau ada juga yang dari luar kota, berkumpul di Kuil Kanda Myojin untuk melangsungkan doa bersama di pagi hari. Setelah upacara doa selesai, masyarakat bakal mengawal iring-iringan mikoshi (satu kuil portable berukuran cukup besar) dari 1 kuil ke kuil lainnya. Kanda Matsuri bakal berlangsung dari kota Kanda lalu menuju Nihonbashi, melewati Akihabara dan balik ke Kuil Kanda Myojin.

– Sapporo Snow Festival
Kota Sapporo terletak di kota Hokkaido, salah satu kota paling ujung utara Jepang. Ketika musim dingin sampai, kota ini dikenal memiliki suhu yang lebih dingin dibanding kota-kota lainnya di Jepang dan mempunyai tidak sedikit salju Sapporo Snow Festival atau yang disebut juga dengan Yuki Matsuri (Festival Salju) berawal dari satu keisengan enam orang anak muda lokal pada tahun 1950 yang membuat patung-patung dari es. Sebab patung-patung dari salju yang dibuat sungguh menarik, maka lama-kelamaan kota Sapporo menarik banyak wisatawan lokal hingga asing. Untuk memikat semakin banyak peserta, pertandingan membuat patung es raksasa yang bisa diikuti semua penduduk Jepang diadakan oleh sapporo menggelar Yuki Matsuri hingga internasional. Tak hanya patung, peserta pun bisa membuat istana dan rumah megah dari salju.

– Tanabata Matsuri
Tanabata Matsuri digelar berdasarkan sebuah legenda cinta terkenal di Jepang. Legenda itu berkembang dari Cina pada zaman dahulu yaitu menceritakan tentang 2 bintang yakni Altair dan Vega. Festival ini berlangsung dari tanggal 6 s/d 8 Agustus di kota Dendai, Prefektur Miyagi. Kota akan dihiasi dengan hiasan kertas berukuran besar yang dibentuk warna-warni di jalanan. Ada juga yang membuat pohon tanabata, yakni pohon bambu yang digantungi kertas kecil-kecil bertuliskan harapan dan doa.

About author