Harapan Untuk Pengidap Kanker di Dunia

Harapan Untuk Pengidap Kanker di Dunia

17 views
0

World Cancer Day atau Hari Kanker Sedunia adalah satu inisiatif tunggal satu-satunya di dunia di mana semua masyarakat di berbagai belahan dunia bisa bersatu berjuang melawan epidemi kanker global. Hari Kanker Sedunia diperingati tiap tanggal empat Februari.

Harapan Untuk Pengidap Kanker di Dunia

Imunoterapi dan targeted therapy atau terapi tertarget memberikan pilihan lebih bagi pasien-pasien dalam melawan kanker gastrointestinal, seperti kanker kolorektal dan kanker perut. Dahulu, penyakit kanker tersebut biasanya ditangani dengan operasi, terapi radiasi atau kemoterapi. Tetapi munculnya targeted therapy memiliki dampak signifikan dalam memperpanjang hidup pasien penderita kanker.

Targeted therapy bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan dan penyebaran kanker dengan menghalanginya menggunakan molekul khusus yang terlibat di dalamnya. Molekul eksklusif tersebut bukanlah ‘peluru ajaib’ meskipun sel-sel kanker itu juga pada alhasil akan berkembang dan menjadi kebal terhadap obat-obatan ini.

Kanker perut dikenal sebagai salah satu penyebab kematian pria di Bangladesh. Sedangkan di Indonesia seperti yang dikutip dari situs resmi Departemen Kesehatan RI, kanker payudara, kanker serviks, dan kanker paru merupakan penyakit terbanyak diidap di Jakarta dan jumlah kasus baru serta jumlah kematian efek kanker itu terus meningkat. Berdasarkan dari jumlah pasien yang terdiagnosa, kanker kolorektal dikenal sebagai kanker yang paling sering diderita ketiga di dunia. Kanker kolorektal berawal dari kolon (bagian paling panjang dari usus besar) atau rektum (sejumlah inci bagian akhir dari usus gede sebelum anus).

Bentuk penanganan kanker lainnya disebut dengan imunoterapi; satu penanganan yang mengandalkan sistem imun tubuh untuk melawan kanker. dr. Tan memaparkan, sistem imun tubuh memang telah mampu melawan bakteri dan infeksi virus, dan imunoterapi membuat sistem imun ini bekerja melawan kanker. Keuntungan lainnya merupakan bagaimana imunoterapi dapat bekerja untuk beberapa saat yang lama, bahkan sesudah pengobatan selesai. “Sekali anda membangunkan sistem imun, dalam sejumlah kasus, anda dapat terus melawan,” jelasnya.

Sejauh ini, imunoterapi mempunyai akibat yang lebih besar dalam pengobatan melanoma dan kanker paru. Beberapa percobaan sedang dilakukan untuk menguji keefektifan dalam pengobatan kanker gastrointestinal. Untuk mencegah terkena kanker, Departemen Kesehatan RI mencanangkan aplikasi perilaku CERDIK, yaitu Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Tekun aktivitas fisik, Diet bugar dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola Stres.

About author