Penyebaran Virus Hasanah Oleh Kampus UNINSA

Penyebaran Virus Hasanah Oleh Kampus UNINSA

47 views
0

Sinar matahari menghangatkan tubuh. Areal parkir mobil di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jawa Timur, tampak belum terlalu ramai. Saya melangkah dengan mantap memasuki gedung utama di halaman muka.

Penyebaran Virus Hasanah Oleh Kampus UNINSA

Gedung utama yang saya maksud adalah Menara Kembar (Twin Tower) yang terletak di bagian depan areal kampus. Pintu masuk dari Jl. Akhmad Yani, Surabaya juga termasuk untuk pesepeda motor dan pejalan kaki. Di bagian kiri berdiri sebuah masjid besar dengan didominasi warna hijau. Dia menjemput dan sekaligus mengantar saya ke Bandara Djuanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Pria muda dosen UINSA itu mengaku kampus tempatnya mengajar kian diminati mahasiswa asal Surabaya.

Saat itu, saya didapuk untuk berbicara dengan sub tema Kesantunan Berkendara sekaligus berbagi pengalaman dalam gerakan publik seputar kesadaran berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Entah karena melihat beberapa aktifitas kami yang juga menyuarakan keselamatan pejalan kaki, pihak panitia UINSA justeru mencantumkan saya selaku Koalisi Pejalan Kaki. Ini adalah Koalisi yang bergerak mewujudkan keselamatan bagi pedestrian, sekaligus tentu saja memperjuangkan fasilitas bagi pedestrian di jalan.

Acara yang merupakan hasil kerja sama dengan Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) itu juga menghadirkan sejumlah pembicara lain. Mereka meliputi AKBP M Aldian, wakil dirlantas Polda Jawa Timur dan Muhibbudin, wakil ketua YAHM. Selain itu, dari pihak UINSA, tampil Wakil II Rektor UINSA, Zumarotul Mukaffah.

Saya mengajak Rektor UINSA dan seluruh jajarannya membangun sistem untuk menciptakan budaya lalu lintas jalan yang aman dan selamat. Kampus sebagai gudang intelektual layak menjadi panutan manakala berlalu lintas jalan. Khusus UINSA yang merupakan perguruan tinggi Islam, dapat mengimplementasikan nilai-nilai keislaman saat di jalan raya.

Nilai-nilai keislaman yang saya tahu di antaranya adalah perilaku disiplin, sabar, dan toleran. Bagaimana tidak. Islam mengajarkan pengikutnya untuk disiplin dengan mengerjakan sholat lima waktu. Lalu, bersabar. Sebut saja misalnya dengan menjalankan ibadah puasa ramadhan yang menuntut kesabaran untuk berpuasa dari matahari terbit hingga matahari terbenam.

Bahkan, toleran dengan sesama. Pembelajaran itu sangat kental dalam konsep berzakat. Ajaran ini sangat sarat dengan untuk toleran dan peduli dengan sesama. Gayung bersambut. Rektor pun mendukung. Bahkan, kata Helmi, ketua panitia Vlog Competion sekaligus dosen UINSA, pihaknya berniat memasukan nilai-nilai keselamatan berlalu lintas jalan di dalam penerimaan mahasiswa baru. Selain, tentu saja mendorong lahirnya aturan yang membangun budaya berkeselamatan lalu lintas jalan.

Andil pemuda dan mahasiswa cukup dalam sejarah Indonesia. Sebut saja misalnya sejak kebangkitan nasional pada 1908 dan lahirnya Sumpah Pemuda pada 1928. Bahkan, dalam perjalanan bangsa lainnya seperti tahun 1966 dan tahun 1998 yang melahirkan reformasi. Karena itu, bila mahasiswa memelopori gerakan budaya keselamatan lalu lintas jalan diharapkan memiliki implikasi yang lebih massif.

Jangan lupa, kelompok pelajar dan mahasiswa menyumbang sekitar 27 persen korban kecelakaan dalam rentang 2013-2017. Dalam kurun 5 tahun tersebut, rata-rata 80 orang pelajar dan mahasiswa menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan setiap harinya.

About author