Misteri Piramida dan  Stonehenge

Misteri Piramida dan Stonehenge

26 views
0

Apakah di antara manusia prasejarah ada profesi astronom? Frasa ini keluar ketika peneliti melihat karya-karya manusia prasejarah dalam bentuk Piramida Giza di Mesir dan Stonehenge di Inggris.

karena bangunan-bangunan kuno itu memiliki posisi selaras dan presisi dengan posisi bulan, matahari, dan bintang-bintang yang menjulang dan tenggelam di cakrawala. Dapat disimpulkan manusia purba pada saat itu adalah pengamat alam yang baik.

Setiap bangunan yang dibuat oleh manusia prasejarah umunya dibuat dengan sangat tepat. Bangunan yang tepat membutuhkan perhitungan matematis serta pengetahuan ilmu terapan untuk melakukannya.

Jadi muncul asumsi bahwa alien mengajar dan membantu membuat bangunan ini. Alasannya, berbagai pertemuan antara manusia dan alien telah didokumentasikan di setiap patung suku Maya.

Bahkan salah satu peninggalan di dinding bagian dalam piramida juga menunjukkannya seperti yang ditunjukkan oleh Erich von Däniken melalui ‘astronot purba’-nya, seperti dilansir History Answers.

Seorang sejarawan Mesir kuno Flinder Petrie mengatakan dalam survei abad ke-19 ditemukan bahwa setiap ujung piramida Giza didasarkan pada arah angin. Pendapat Petrie didukung oleh sekelompok peneliti yang menamai organisasinya sebagai Glen Dash.

Mesir Kuno menggunakan teori “lingkaran India”. Teori ini menggunakan batang dan tali untuk membentuk arah timur-barat. Dia menekankan kesederhanaan metode ini kemungkinan besar akan diterapkan untuk membangun piramida.

Namun, sebuah penelitian pada tahun 2001 menyebutkan bahwa pembangunan piramida besar ini mungkin dipengaruhi oleh bintang Megrez dan Phad, atau dikenal sebagai rasi bintang Ursa Major.

Bintang-bintang yang terlihat malam ini diukur pada titik terendah mereka di langit sejalan dengan teori Merkhet, sebuah alat penunjuk waktu kuno seperti teori lingkaran India, dengan menyusun batu dengan garis tegak lurus dan kemudian ditempelkan pada pegangan kayu yang sejajar dengan bintang.

Ini juga berlaku untuk monumen Stonehenge. Sebuah penelitian menemukan lingkaran kayu di dalam lingkaran monumen. Peneliti memperkirakan lingkaran kayu ini melambangkan kehidupan.

Sementara lingkaran batu Stonehenge melambangkan kematian. serupa dengan yang ditemukan di Madagaskar.

Sangat mudah untuk mengasumsikan manusia prasejarah memiliki pengetahuan yang luar biasa. Perlu diingat juga bahwa asumsi yang dikembangkan saat ini didasarkan pada pengetahuan manusia modern tentang astronomi.

Masih banyak misteri tentang makna dan asal-usul struktur kuno ini. Memahami bangunan kuno ini dari berbagai pendekatan menjadi penting untuk dapat memahami secara lengkap tentang bangunan-bangunan ini, The Conversation melaporkan.

About author