Saudi Menggelar Fashion Show Bertajuk “Arab Fashion Week”

Saudi Menggelar Fashion Show Bertajuk “Arab Fashion Week”

36 views
0

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Saudi menggelar fashion show bertajuk Arab Fashion Week. Ajang bersejarah dunia fashion di Saudi ini menampilkan desainer lokal dan asing. Acara yang digelar di lobi Hotel Ritz-Carlton menjadi bagian dari sejarah keterbukaan di kerajaan konservatif itu. Itu menjadi bagian dari upaya Saudi melepaskan diri dari kebergantungan terhadap minyak.

Gambar terkait

Saudi Menggelar Fashion Show Bertajuk “Arab Fashion Week”

Selain itu, di bawah reformasi yang di pimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) memberikan kebebasan bagi perempuan dalam bidang sosial dan budaya. Namun demikian, peragaan busana tersebut hanya dihadiri perempuan.

Sekitar 1.500 orang menghadiri peragaan tersebut dengan tiket USD 133 un tuk melihat model berlenggak-lenggok di catwalk. Jean Paul Gaultier dan Roberto Cavalli merupakan de sainer yang menampilkan gaunnya dalam acara tersebut.

Putri Noura ingin mendirikan sekolah busana ternama di Arab Saudi. Dia juga menginginkan Riyadh menjadi “kota fashion “ pada suatu hari. Namun, Dewan Fashion juga bergerak hati-hati. Acara fashion show juga tidak boleh ada alkohol dan aktivitas homoseksual. Banyak perempuan Saudi yang merasa takjub dengan fashion show di Riyadh. Arab Fashion Council menyiapkan fashion show itu selama lima bulan. Acara itu sebenarnya sudah digelar, tetapi ditunda karena banyak jurnalis asing, pembeli, dan model yang tidak mampu mendapatkan visa masuk Saudi. Tiga pekan kemudian, 16 pertunjukan dijadwalkan.

Desainer yang hadir dalam pertunjukan tersebut termasuk dari Lebanon, Mesir, dan Italia. Mereka ingin merebut pasar Saudi. Namun, banyak juga pihak yang mengeluhkan tentang panitia yang tidak profesional. Selain itu, cuaca yang tidak bersahabat juga menjadi gangguan bagi peserta. Namun, semuanya menyadari karena acara itu merupakan pertama kalinya. Khusus untuk fashion show, Saudi memang belajar dari Dubai, Uni Emirat Arab, yang menjadi kiblat fashion di Timur Tengah.

Riyadh ingin menggeser posisi Dubai dalam hal fashion. Itu sering dengan visi 2030 yang disusun Mohammed bin Salman bahwa Saudi harus menjadi tempat paling inovatif bagi bisnis, pariwisata, dan mengundang investasi asing. Diharapkan dengan fashion show itu, Mohammed bin Salman menginginkan agar masa depan Saudi juga ditopang bisnis skala menengah dan kecil yang dimiliki perempuan.

Langkah penting yang ditempuh Saudi adalah mendirikan otoritas khusus menangani pengusaha kecil dan menengah, khususnya di industri fashion dengan bantuan senilai 500 miliar riyal pada 2014 dan 2 triliun riyal pada 2030. Arwa Al-Banawi, desainer Saudi yang tampil di Arab Fashion Week, menampilkan pakaian Arab Badui.

Pengumuman itu muncul setelah kesepakatan dengan AMC Entertain ments Holdings untuk membuka 40 gedung bioskop dalam lima tahun mendatang. Gedung bioskop tidak akan memisahkan antara penonton pria dan wanita seperti tempat publik lain di Saudi. Film pertama yang ditayangkan adalah superhero Marvel Black Panther.

Kemudian, wanita di Arab Saudi diizinkan menghadiri acara olahraga di stadion di tiga kota besar di wilayah kerajaan tersebut mulai 2018. Arab Saudi memulai membangun tiga stadion di Riyadh, Jeddah, dan Damman yang siap untuk menampung keluarga mulai awal 2018.

Kemudahan bagi perempuan Saudi juga dibuka besarbesar bagi mereka yang ingin berbisnis. Perempuan Saudi tidak memerlukan izin dari wali baik ayah atau suami maupun saudara lelaki jika ingin memulai bisnis. Selain itu, untuk mendirikan bisnis baru di Saudi, warga juga tidak perlu lagi memerlukan notaris untuk mendokumentasikan berdirinya sebuah perusahaan.

Semua sistem pengajuan izin bisnis dilaku kan secara daring. Selain itu, Saudi juga membuka keran bagi perempuan yang ingin bekerja di sektor publik. Selama bertahun-tahun, undang-undang di Arab Saudi mencegah pencampuran lelaki dan perempuan di tempat kerja.

About author