Di Bogor, Untuk Pertama Kalinya Dibangun Pabrik Dan Sekolah Drone

Di Bogor, Untuk Pertama Kalinya Dibangun Pabrik Dan Sekolah Drone

212 views
0

Indonesia mulai berinovasi dengan membangun pabrik pembuatan pesawat tanpa awak atau drone, yang dilengkapi dengan sekolah khusus penerbangan bagi para calon pilot drone. Pabrik yang terletak di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, ini diklaim sebagai pabrik drone pertama di Indonesia dan merupakan karya anak bangsa. Beragam jenis drone bakal diproduksi di pabrik milik PT Farmindo Inovasi Teknologi tersebut. Selain dijual ke pasaran, pabrik ini juga menciptakan drone yang ditujukan untuk kepentingan militer maupun SAR.

Di Bogor, Untuk Pertama Kalinya Dibangun Pabrik Dan Sekolah Drone

Direktur Utama PT Famindo Inovasi Teknologi (FIT), Julius Agus Salim mengatakan, pabrik drone ini dibangun sebagai bentuk respons atas tingginya penggunaan drone di Indonesia. Selain itu, menurutnya, banyak anak bangsa di negara ini mempunyai kemampuan mumpuni untuk menciptakan teknologi sendiri, seperti drone. “Ini yang memotivasi saya untuk membuat pabrik drone ini. Saya tidak bilang ini yang terbesar, tapi memang yang pertama di Asia Tenggara,” ucap Julius.

Dia menambahkan, kelebihan dari pabrik ini adalah bahan baku yang digunakan 80 persen berasal dari Indonesia. Selain itu, dengan dilengkapi sekolah khusus penerbangan bagi para calon pilot drone, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pilot-pilot drone di Indonesia. Ia menyebut, ada tiga tahapan yang harus dikuasai oleh calon pilot. Pertama, adalah cara menerbangkan drone. Kedua kemampuan memperbaiki kerusakan drone. Ketiga kemampuan menerbangkan semua jenis drone.

“Kelebihan di sini, kami memiliki lisensi dan diakui di negara-negara Eropa dan China. Ini juga sekolah pilot drone pertama di Indonesia,” katanya. Direktur Teknik PT Farmindo Inovasi Teknologi, Kevin Wijaya menyebut, ada empat jenis drone yang diproduksi dan memiliki fungsi serta kegunaan yang berbeda-beda. Wingcopter Drone misalnya. Didesain mirip pesawat jet namun berukuran kecil ini diklaim mampu terbang mencapai ketinggian 4.000 meter. Pesawat tanpa awak ini juga disebut mampu terbang dan bergerak dengan kecepatan 70-120 km/jam dan mendarat tanpa landasan pacu.

“Untuk fungsinya banyak, bisa untuk pemetaan, identifikasi objek, pemantauan, pencarian orang hilang, operasi kapal hilang atau deteksi gas bocor,” ungkapnya. Beda lagi dengan jenis Multicopter Drone yang bisa digunakan untuk surveiland. Drone ini juga diperuntukkan bagi anak muda milenial untuk mengabadikan momen tertentu dengan foto maupun video. “Ada lagi jenis Fixed Wings dan Helidrone. Kami saat ini sudah mendapat pesanan dari TNI dan pihak swasta,” tutur dia.

About author