Hidangan Khas Indonesia Yang Wajib Ada Saat Idul Adha

Hidangan Khas Indonesia Yang Wajib Ada Saat Idul Adha

7 views
0

Idul Adha juga dikenal dengan sebutan “Hari Raya Haji”, karena peristiwanya bertepatan dengan prosesi kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Hari Raya Idul Adha 1439 H yang diperingati setiap tanggal 10 Zulhijjah, diperkirakan akan tiba pada 22 Agustus 2018.

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan kurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Oleh karenanya, peringatan Idul Adha tiap tahunnya pasti identik dengan keberadaan daging hasil kurban tersebut. Begitupun olahannya yang kerap menjadi hidangan utama ketika perayaan salah satu hari besar umat Islam ini. Umumnya, setelah penyembelihan kurban, para penerima daging kurban akan membuat masakan untuk disantap bersama.

Namun, tak jarang pula ada juga yang sudah menyiapkan masakan sebelum itu. Di Indonesia, terdapat beragam hidangan khas Nusantara yang biasanya disajikan saat Idul Adha. Berikut beberapa menu olahan daging dari berbagai daerah di Indonesia yang bisa anda coba masak di rumah saat Idul Adha nanti :

1. Gulai

Gulai atau gule dikenal bisa dikatakan sebagai jenis kuliner kari yang sangat khas Indonesia. Masakan yang dipengaruhi seni memasak dari India yang kaya rempah ini pun bervariasi sesuai daerah tersebarnya. Namun umumnya, masakan ini yang memiliki ciri khas berwarna kuning karena pengaruh sari kunyit. Saat Idul Adha, gulai kerap menjadi salah satu masakan andalan untuk olahan dari daging hingga jerohan hewan kurban.

2. Tongseng

Tongseng umumnya dikenal sebagai sajian daging yang asalnya khas dari kota Solo. Makanan olahan daging sapi atau kambing ini memiliki nilai kolestrol yang cukup tinggi. Oleh karenanya, biasanya Tongseng disajikan dengan parutan kubis dan potongan tomat yang begitu banyak, Karena racikan ini pula, tongseng selalu tampil khas dengan kuahnya yang berwarna cokelat bening dan memiliki citra rasa asam dan manis. Bisa dikatakan, tongseng adalah perpaduan antara gulai dengan kekhasan rasa manis kecap dari sate. Tongseng sangat cocok disajikan bersama nasi putih dan emping untuk mengisi jamuan makan siang perayaan Hari Raya Idul Adha.

3. Tengkleng

Sama seperti halnya Tongseng, Tengkleng adalah olahan kambing khas dari kota Solo. Bedanya, daging bukanlah ‘mainan’ utama di hidangan satu ini. Tengkleng adalah sejenis gulai yang menggunakan bahan-bahan ‘tak lazim’ yang biasanya tak digunakan atau disisakan oleh masyarakat kala mengolah hasil dari penyembelihan kambing. Bagian ‘eksotik’ yang bisa hadir di Tengkleng antara lain bagian tulang-tulang rusuk, dengkul, otak, mata, telinga, hidung, hingga gusi dari kambingnya! Meski sekilas terdengar seram atau nyentrik, tengkleng merupakan hidangan yang begitu lezat karena kuah gulainya memiliki cita rasa rempah yang begitu kuat dan gurih.

4. Kari Kambing

Masakan khas Aceh ini hampir selalu tersaji ketika datang Idul Adha. Bahan utama untuk membuat kari kambing tidak lain adalah daging kambing itu sendiri. Sama seperti kuliner khas serambi mekah lainnya, yang mencerminkan masakan ini berasal dari Aceh adalah penggunaan bumbu serta rempah yang sangat berlimpah. Ada sekitar 24 macam bumbu bila ingin membuat kari kambing dengan rasa sempurnanya. Dengan banyaknya bahan yang diperlukan ini, maka dibutuhkan keterampilan khusus bagi pengolahnya sehingga sajian ini tidak disarankan dibuat oleh para pemula.

5. Rendang

Masakan daging sapi yang berasal dari Sumatera Barat ini tak asing ditemukan ketika lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Citra rasanya yang pedas kerap menggugah selera penikmatnya. Proses memasak makanan yang pernah dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia ini cukup merepotkan. Waktu masaknya pun bisa sampai berjam-jam lamanya. Bahan utama rendang adalah daging sapi dan santan serta parutan kelapa.

6. Rabeg

Rabeg merupakan masakan olahan kambing khas Banten yang unik. Rabeg bukan terbuat dari bagian daging kambing, melainkan dari bagian jeroan atau isi perut dari kambing. Membuat rabeg cukup membutuhkan keahlian, karena jika salah maka bukan rabeg lezat yang dihasilkan melainkan rabeg yang masih berbau perengus yang kuat.

7. Balanga

Di Sulawesi, khususnya di Gorontalo, terdapat masakan bernama kambing bakar balanga. Masakan ini merupakan hasil adaptasi dari kuliner khas Arab. Jadi, tak heran jika masyarakat Gorontalo biasa menyantap kambing bakar balanga ini bersama nasi kebuli. Proses memasaknya yang menggunakan balanga atau wadah yang terbuat dari tanah liat ataupun besi membuat olahan ini bernama kambing bakar balanga.

8. Empal Gentong

Empal gentong adalah masakan olahan daging berkuah khas Cirebon. Masakan ini mirip dengan gulai hanya bedanya ia dimasak menggunakan kayu bakar dari pohon mangga dan di dalam periuk yang terbuat dari tanah liat. Waktu masak empal gentong sendiri paling singkat selama lima jam. Empal gentong kini memang sudah dapat ditemui di kedai dan restoran di kota-kota besar Indonesia.

9. Sate Maranggi

Pada setiap Idul Adha kebanyakan orang memilih mengolah daging kurbannya menjadi sate. Umumnya, sate atau satai ini dikenal sebagai masakan khas Madura. Namun, beberapa daerah memiliki sate khasnya masing-masing. Salah satunya sate maraggi khas Purwakarta. Bumbu sate ini terbuat dari kecap yang memiliki cita rasa paduan manis, asam, dan pedas yang menyentuh lidah.

About author