Terbuktinya Kualitas Prabowo-Sandi Dalam Debat Pilpres Pertama

Terbuktinya Kualitas Prabowo-Sandi Dalam Debat Pilpres Pertama

6 views
0

Jakarta – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, bahwa calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto tampak dengan sejumlah cita-cita, sementara calon presiden no urut 01 yang tampil dengan membawa ingatan masa lampau terkait ingkar janji yang seperti di tawarkannya. Dan Dahnil menilai, bahwa Prabowo nampak sebagai pemimpin dalam debat capres-cawapres pertama, yang berlokasi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada 17/01/2019 malam lalu. Hal itu di sampaikannya ketika berada dalam diskusi yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada 19/01/2019.

“Pak Jokowi tampil dengan memori masa lalu tentang ingkar janji debat lalu, banyak sekali ingkar-ingkar janji, daftar-daftar kebohongan yang tidak bisa dipenuhi pada debat kali ini,” ungkap Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dia menjelaskan, bahwa calon presiden no urut 01, telah ingkar janji terkait tidak akan melakukan impor apapun. Calon presiden no urut 01, juga sempat berjanji untuk menaikkan ekonomi hingga mencapai 7%. Dia juga berjanji untuk tidak mengunsung jaksa agung dari partai politik.

Tetapi, pada nyatanya, janji-janji yang telah di utarakannya itu belum dapat di wujudkan. Dengan di lakukannya debat pilpres 2019, menurutnya, dapat mempermudah  masyarakat untuk menilai dan juga untuk membandingkan komitmen calon presiden no urut 01 pada 4 tahun yang lalu tidak di praktikan, dan bahkan hal tersebut akan di ulanginya kembali di Pilpres tahun ini.

“Saya pikir publik masyarakat tidak akan mudah tertipu kedua kali, baik dengan deretan-deretan janji yang berulang lagi, disampaikan, namun tak pernah ditepati,” jelasnya.

Terbuktinya Kualitas Prabowo-Sandi Dalam Debat Pilpres Pertama

Terbuktinya Kualitas Prabowo-Sandi Dalam Debat Pilpres Pertama

Dia menilai, bahwa calon presiden no urut 01 maju dengan teguh terkait ketidaktetapannya. Ada ketidaksamaan antara ucapan dan sikapnya. Ketidaktetapan tersebut, seperti, ketika calon presiden no urut 01 ‘menentang’ calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto terkait dengan caleg mantan narapidana korupsi yang berasal dari partai yang di ketuai oleh Prabowo yakni Partai Gerindra.

Pada kenyataannya , calon presiden no urut 01 itu pernah mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan caleg yang berasal dari mantan narapidana korupsi. Hal tersebut menurut Dahnil, seharusnya menjadi peringatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat ke calon presiden no urut 01 itu.

“Justru Pak Prabowo datang dengan beban yang sangat ringan, kemudian beliau menawarkan harapan dan mengingatkan kembali, ‘eh ada loh dulu berjanji kemudian terus tidak pernah ditepati dan sekarang mau diproduksi kembali’,” tuturnya.

Hal tersebut, telah membuktikan bahwa janji-janji pemerintahan saat ini  belum teralisasi. Dengan hal tersebut juga, bisa di jadikan pertimbangan bagi masyarakat untuk memilih pilihannya dengan tepat.

About author