Air Mata Prabowo Tumpah Saat Di Beri Segepok Uang Dari Seorang Montir

Air Mata Prabowo Tumpah Saat Di Beri Segepok Uang Dari Seorang Montir

14 views
0

Padang – Mantan Danjen Kopassus yang sekarang menjadi calon presiden Koalisi Adil Makmur, Prabowo Subianto sempat meneteskan air mata di dalam salah satu kampanye terbukanya. Dia menangis terharu ketika di berikan segepok uang receh dari salah seorang pendukungnya. Pendukungnya tersebut diketahui berprofesi sebagai montir.

kejadian tersebut terjadi di bagian akhir kampanye terbukanya di Danau Cimpago, Kawasan Pantai Padang Sumatera Barat, pada (2/4/2019). Salah seorang lelaki dengan mengenakan pakaian berlumuran oli bekas, kemudian naik ke atas panggung, yang di mana Prabowo masih memberikan pidato politiknya.

Prabowo yang di temani oleh Fadli Zon yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra serta Desrio Putra selaku Sekretaris DPD Gerindra Sumatera Barat, pria itu memberikan segepok uang receh. Uang tersebut di berikan untuk menjadi tanda bahwa dia ingin membantu perjuangan Prabowo-Sandi.

Dan saat itulah, Prabowo meneteskan air mata terharunya. Setelah itu dia melepaskan kacamatanya serta langsung menygelap air mata yang di tumpahkannya.

“Kacamata saya ini tembus pandang, bisa melihat ketulusan hati orang,” ujar Prabowo.

Air Mata Prabowo Tumpah Saat Di Beri Segepok Uang Dari Seorang Montir

Air Mata Prabowo Tumpah Saat Di Beri Segepok Uang Dari Seorang Montir (pojokutama.com)

Ketua Umum Partai Gerindra itu kemudian langsung memeluk sang pendukungnya tersebut, dan juga memperkenalkan dirinya dengan Rizal. Dan di saat momen tersebut Prabowo yang sambil memeluk montir tersebut menangis haru.

Bukan hanya di berikan dari Rizal, Prabowo pun mendapatkan sumbangan secara langsung dari beberapa ‘Amak-amak’. ‘Amak-amak’ merupakan sebutan untuk kaum ibu yang ada di Ranah Minang. Dan, tidak terhitung berapa banyak pendukung Prabowo-Sandi yang memberikan sumbangan secara langsung.

Andre Rosiade selaku Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi menyatakan, donasi yang di berikan oleh para pendukung itu adalah sebagai bagian dukungan yang sebenarnya dari masyarakat yang menginginkan adanya perubahan.

“Hal seperti ini terjadi di tiap kampanye. Ini dukungan riil, bukan pencitraan. Kami bukan citra-citraan,” tutup Andre Rosiade.

About author