BPN : Prabowo-Sandi Bangun 1,5 juta Rumah Lebih Dulu Guna Perbaiki Ekonomi

BPN : Prabowo-Sandi Bangun 1,5 juta Rumah Lebih Dulu Guna Perbaiki Ekonomi

4 views
0

Jakarta – Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno berkomitmen akan dirikan 1,5 juta rumah umum atau yang bisa di sebut public housing. Hal itu di sampaikan oleh Rizal Ramli yang menjadi Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi saat berada di Jakarta, pada (13/4/2019) malam lalu.

“Prabowo Subianto akan membangun 1,5 juta public housing,” ungkap Rizal Ramli.

Dia menjelaskan, jika didirikannya rumah secara masif itu dalam rangka untuk memperbaiki perekonomian yang menurun dengan cara menggairahkan kembali sektor properti terlebih dulu. Rizal juga mengatakan, jika Prabowo-Sandi berencana untuk membangun 1,5 juta rumah.

“Dengan membangun 1,5 juta rumah, itu akan menciptakan lapangan kerja sebesar 3,5 juta baik secara langsung maupun tidak langsung,” jelas Rizal.

Sebelum iut ekonom Universitas Indonesia (UI) Dr Rizal E Halim menganggap bahwa pertumbuhan ekonomi enam persen sebagai tantangan untuk kedua pasangan capres-cawapres untuk bisa melakukan bebrapa percepatan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi.

Rizal menyatakan, jika setidaknya Indonesia memerlukan pertumbuhan di atas enam persen. Salah satu yang harus menjadi catatan penting untuk Indonesia yaitu cara untuk menumbuhkan pasar domestik agar konsumsi domestik bisa ditingkatkan. Sebab, sebagian besar pertumbuhan Indonesia disumbangkan dari bidang tersebut.

 

BPN : Prabowo-Sandi Bangun 1,5 juta Rumah Lebih Dulu Guna Perbaiki Ekonomi

BPN : Prabowo-Sandi Bangun 1,5 juta Rumah Lebih Dulu Guna Perbaiki Ekonomi (pojokutama.com)

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa tahun ini, berada di kisaran lima persen dan belum cukup kuat menstimulasi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Ekonomi Indonesia terdaftar tumbuh 5,02 persen di 2014, 4,88 persen pada 2015, 5,02 persen pada 2016, 5,07 persen pada 2017, serta 5,17 persen pada tahun 2018.

Rizal menyebut, representasi pertumbuhan tersebut masih belum memperlihatkan kinerja perekonomian terbaik untuk bangsa Indonesia. Karena mengingat di periode sebelum ini pertumbuhan perekonomian bangsa berada di kisaran 6 persen.

Di Debat Kelima Pilpres 2019 kemarin menjadi debat pamungkas yang juga akan menutup semua rangkaian debat yang sudah dimulai dari bulan Januari 2019 lalu. Debat tersebut berlokasi di Hotel Sultan, Jakarta, dan menampilkan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden baik yakni paslon kubu Petahana dan paslon Koalisi Adil Makmur Prabowo-Sandi. Bermacam tema yang digunakan di dalam debat terakhir tersebut yakni ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri.

Semoga di hari Pemilihan Umum 2019 ini, pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno bisa memenangkannya dengan hasil yang memuaskan. Serta juga di harapkan bisa memperbaiki keadaan Indonesia menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *