Suara Paslon Berubah, KPU Akui Ada Kesalahan Dalam Input Data Suara

Suara Paslon Berubah, KPU Akui Ada Kesalahan Dalam Input Data Suara

5 views
0

Jakarta – Proses penghitungan data lewat form C1 yang dijalankan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini tengah menjadi sorotan. Karena, diketahui, terdapat ata yang tak akurat antara form C1 yang dirilis dengan input penghitungan suara yang dibuat di website KPU. Kasus tersebut terjadi di TPS 093, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Yang dimana dalam scan C1 yang dirilis, suara pasangan capres-cawapres kubu Petahana mendapatkan sebanyak 47 suara, dan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno mendapatkan sebanyak 162 suara. Namun, dalam data yang diinput oleh KPU, suara paslon kubu Petahana meningkat menjadi 180 suara, sementara untuk Prabowo-Sandi berkurang menjadi hanya sebanyak 56 suara. Hal tersebut juga tengah ramai dibicarakan di berbagai sosial media.

Berhubungan dengan hal tersebut, Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik menyatakan, bila ada kesalahan proses input data. Yang dimana, data yang diinput serta dirilis dari C1 salah alamat. Hal itu di sampaikan oleh Evi pada (19/4/2019).

“Ada kesalahan kirim alamat kelurahan. Sama-sama nomor TPS 93, tapi beda kelurahan,” kata Evi.

Evi menuturkan, bahwa data yang diinput tersebut berasal dari Kelurahan Cipinang Cempedak. Sedangkan unggahan form C1 tersebut berasal dari Bidara Cina.

“Yang terinput di TPS 93 Bidara Cina adalah TPS 93 Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara. Akan dikoreksi,” tutur Evi.

Suara Paslon Berubah, KPU Akui Ada Kesalahan Dalam Input Data Suara

Suara Paslon Berubah, KPU Akui Ada Kesalahan Dalam Input Data Suara (pojokutama.com)

Evi pun mengatakan proses scan form C1 dari TPS sampai dirilis ke website KPU. Semua C1 dibawa oleh para petugas di TPS ke KPU tingkat kabupaten/kota. Dan kemudian, barulah petugas KPU di daerah yang mengunggahnya.

“C1 dari TPS dikumpulkan oleh PPS dan PPK kemudian diserahkan kepada KPU Kabupaten/Kota untuk discan dan entry dan dikirim ke KPU,” ujar Evi.

Agar nantinya, kesalahan dalam menginput data tersebut tidak terulang kembali, Evi meminta seluruh jajaran KPU tingkat Kabupaten dan Kota untuk lebih berhati-hati serta teliti dalam melakukan penginputan data tersebut.

“Tidak terburu-buru entry (C1) dan teliti,” jelas dia.

Hal tersebut memang sebenarnya tidak wajar dan semestinya masih harus di tindaklanjuti kembali apakah hal tersbut murni dari salah menginput data atau adanya tindak kecurangan yang di lakukan dalam merilis hasil suara yang di peroleh dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kemarin.

About author