BPN Ungkap Alasan Ketum Parpol Pengusung Jarang Hadir

BPN Ungkap Alasan Ketum Parpol Pengusung Jarang Hadir

7 views
0

Jakarta – Para ketua umum dari partai pendukung pasangan capres-cawpares no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno jarang hadir ke kediaman Prabowo Subianto di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, usai pencoblosan. Apalagi, para ketum parpol tersebut absen dalam deklarasi kemenangan Prabowo Subianto.

Deklarasi kemenangan Prabowo yang pertama kali dinyatakan di depan kediamannya, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, pada (17/4/2019). Para ketum partai politik serta cawapres Sandiaga Salahuddin Uno tidak hadir dalam deklarasi tersebut. Dan pada malam harinya, Prabowo kembali menyatakan menang dengan mendapatkan 62 persen menurut hasil real count internal.

Prabowo yang di temani oleh Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Eggi Sudjana, Yusuf Martak, juga Rahmawati Soekarnoputri. Sandiaga Uno kembali tidaak nampak dalam jumpa pers tersebut.

Untuk yang ketiga kalinya, Prabowo kembali menyatakan kemenangannya pada Pilpres 2019. Dan saat itu Prabowo menyatakan kemenangan bersama dengan calon waakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno.

Deklarasi kemenangan tersebut di gelar di kediaman Prabowo di Jl. Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada (18/4/2019). Sementara politikus yang turut serta dalam jumpa pers seperti Waketum Demokrat Syarief Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, Amien Rais, serta Rachmawati Soekarnoputri.

Selain, Ketum PAN Zulkifli Hasan nampak hadir di kediaman Prabowo pada (18/4/2019). Zulkifli datang untuk turut serta mengikuti rapat internal bersama dengan para tokoh serta pimpinan parpol koalisi. Tetapi, Zulkifli tidak datang dalam deklarasi kemenangan.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera, mengungkapkan, bahwa para ketum parpol koalisi mempunyai kegiatan individu. Hal itu di sampaikan oleh Mardani usai menemani Sandi di Gedung Senam, Jalan Raden Inten, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada (26/4/2019).

BPN Ungkap Alasan Ketum Parpol Pengusung Jarang Hadir

BPN Ungkap Alasan Ketum Parpol Pengusung Jarang Hadir (pojokutama.com)

“Sebagian orang parpol memang sedang ingin memberi semangat para pejuang demokrasi,” ungkap Mardani.

Mardani kemudian, menyindir terkait kerelaan relawan yang tulus hati tidak dibayar untuk mengawasi jalannya Pemilu 2019. Ketua DPP PKS tersebut menyatakannyaa sebagai politik partisipasi.

“Jadi teman-teman, Bang Sandi luar biasa, kenapa? Ada politik partisipasi sedang berlangsung di negeri ini. Mereka berhari-hari siap nggak dibayar, kadang-kadang pakai duit sendiri. Bang Sandi ini dan partai kami dan parpol pendukung koalisi Adil Makmur turun menyemangati karena ini mahal,” jelas Mardani.

Mardani menganggap, bahwa selama ini politik di Indonesia merenggang. Dia mengatakan urusan kalah sert menang telah ada yang mengatur.

“Selama ini politik itu berjarak, dan sekarang ada politik partisipasi, rela berkorban. Kalah-menang sih ada di lauh mahfudz,” tuturnya.

Mardani menegaskan kontak di koalisi Prabowo-Sandi terus berjalan. Apalagi, tutur dia, cakupan internal koalisi menghormati hak masing-masing, mencakup terkait dengan interaksi dengan pihak di luar koalisi.

“Oh selalu (komunikasi terbangun). Kita di Indonesia Adil Makmur nggak baper kok, ketika kita berinteraksi di luar koalisi kita menghargai, masing-masing punya hak kok. Tetapi ikatan koalisi kita kuat,” tutup Mardani.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *