Pendukung Prabowo Banyak Dipanggil Polisi, Indikasi Rezim Represif

Pendukung Prabowo Banyak Dipanggil Polisi, Indikasi Rezim Represif

7 views
0

Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan, seorang dokter saraf dipanggil pihak kepolisian Polda Metro Jaya. Pemanggilan tersebut lantaran adanya pelaporan oleh seseorang bernama Carolus Andre Yulika karena diduga menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian dan terindikasi hoaks terkait meninggalnya petugas KPPS.

Dalam akun instagram milik Ani Hasibuan, memang terdapat banyak foto yang menampilkan atribut Prabowo-Sandi seperti kaus relawan. Dalam beberapa foto selfie bersama suaminya, Ani juga berpose salam dua jari ala pendukung Prabowo-Sandi.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara BPN Andre Rosiade mengaku heran sebab semakin hari semakin banyak pendukung dan simpatisan Prabowo-Sandi yang dipanggil oleh pihak kepolisian. Padahal, mereka adalah bagian dari warga negara yang bebas berpendapat dan mengkritisi.

Andre menegaskan, memang pemerintah semakin terlihat represif dan terindikasi ingin membungkam kebebasan berpendapat bagi warganya sendiri.

Pendukung Prabowo Banyak Dipanggil Polisi, Indikasi Rezim Represif (pojokutama.com)

Pendukung Prabowo Banyak Dipanggil Polisi, Indikasi Rezim Represif

“Saya heran juga kenapa kok sampai emak-emak seperti Ibu Ani ini dipanggil diperiksa. Mereka kan ini hanya mengkritisi, mereka berpendapat, menyalurkan aspirasi tentang keberpihakan politiknya dan itu sah-sah saja. Ini negara demokrasi kok,” ujar Andre, Kamis (16/5).

“Tapi memang masyarakat sudah tahu nuansa ketidakadilan di rezim ini semakin kuat terasa. Banyak laporan dari pihak pendukung 02 itu yang tidak diproses oleh kepolisian, sedangkan pihak 01 yang melaporkan para pendukung dan simpatisan 02 langsung diproses dan bahkan ditahan,” lanjutnya.

Menurut Wakil Sekjen Partai Gerindra itu, indikasi represifnya rezim ini terbukti dari adanya tim asistensi pemantau percakapan tokoh-tokoh yang dibentuk oleh Menkopolhukam Wiranto.

“Dan kalau dibilang pemerintah semakin represif itu bisa dikatakan benar dan ada indikasinya, contoh tim Pak Wiranto yang ditugaskan untuk memantau percakapan para tokoh, apa gunanya tim itu? Jelas-jelas berbicara adalah hak setiap warga negara. Gitu lho,” ungkap Andre.

Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan (pojokutama.com)

Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan

Karenanya, Andre meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menghargai nilai-nilai perjuangan reformasi. Menurut dia, tidak mungkin Jokowi bisa menjadi presiden tanpa proses reformasi 1998.

“Jadi Pak Jokowi, saya ingin sampaikan, kita semua ini adalah warga negara yang lahir dari rahim reformasi. Pak Jokowi tidak akan bisa menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI, dan Presiden RI jika tidak ada reformasi. Jangan sampai, ini dugaan ya, jangan sampai Pak Jokowi nanti dianggap sebagai penunggang gelap reformasi,” pungkasnya.

Diketahui, Polda Metro Jaya rencananya akan memanggil Ani Hasibuan untuk diperiksa pada Jumat (17/5) besok. Pemanggilan ini menindaklanjuti laporan yang dilakukan oleh seseorang bernama Carolus Andre Yulika ke Polda Metro Jaya pada Minggu (12/5).

About author