Serang Petugas Medis, MER-C Laporkan Polri Ke Mahkamah Internasional

Serang Petugas Medis, MER-C Laporkan Polri Ke Mahkamah Internasional

4 views
0

Aksi tindak kekerasan yang dilakukan oknum aparat Kepolisian dikecam Medical Emergency Rescue Comitte atau MER-C, kepada massa dalam aksi unjuk rasa pada 21-22 Mei 2019 di Jakarta. Aksi yang paling disesali adalah terkait tindak kekerasan terhadap tim medis Dompet Dhuafa.

Relawan Medis MER-C, Joserizal Jurnalis menuturkan, penyerangan terhadap petugas medis dan para pendemo itu sangat melanggar aturan dan bertentangan dengan Konvensi Jenewa. Berdasarkan Konvensi Jenewa, jika kondisi berat seperti perang saja, relawan medis, sipil, dan wanita itu dilindungi. Terlebih hanya aksi demonstrasi yang tidak seberat peperangan.

“Perang aja ada etika apalagi hanya demo. Tak bisa perang bunuh orang sembarangan. Ini dinyatakan dalam Geneva Convention, meski terjadi kericuhan, tak begitu penanganannya. Menghadapi sipil tidak dengan cara militer,” tutur Joserizal di Kantor MER-C, Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu 25 Mei 2019

Ditekankan Jose, apapun kondisinya terhadap rakyat sipil seperti wanita, anak-anak, dan tokoh agama haruslah dihormati dan memiliki nilai kemanusiaan. Tindakan aparat yang menyerang sipil dalam mengamankan aksi demonstrasi sungguh bertentangan dengan Pancasila sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Serang Petugas Medis, MER-C Laporkan Polri Ke Mahkamah Internasional (pojokutama.com)

Serang Petugas Medis, MER-C Laporkan Polri Ke Mahkamah Internasional

Kemudian atas dugaan pelanggaran tersebut, Jose mengatakan, pihaknya akan melapor ke Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court/ICC, Mahkamah Internasional atau International Court of Justice/ICJ.

Adapun, MER-C lebih memilih langsung ke tingkat Internasional. Alasannya, karena ini masalah kemanusiaan yang dinilai memerlukan penanganan secara internasional.

“Kita akan lompat langsung ke luar. Kita universal tak dibatasi negara, bangsa, jadi kita melewati batas bangsa kota akan bawa ke salah satunya united nation human right council, ICC, atau ICJ. Karena ini masalah kemanusiaan, dihargai dimana-mana, oleh agama apapun, oleh bangsa manapun,” ungkap Jose.

Lebih lanjut, terkait laporan nanti, MER-C akan melaporkan pejabat yang bertanggungjawab langsung atas pengambilan kebijakan di lapangan. Tidak menutup kemungkinan Kapolri adalah salah satu pihak yang akan dilaporkan oleh MER-C.

“Biasanya yang bertanggung jawab yang berhubungan langsung. Seperti kasus (Kapal) Mavi Marmara, itu adalah panglima angkatan bersenjata Israel. Jadi yang berhubungan langsung dengan pengambil kebijakan dan komando,” jelasnya

Sementara itu, MER-C saat ini telah mengumpulkan data dan keterangan untuk menguatkan laporannya ke ICC. Dalam waktu dekat laporan tersebut akan segera dibawa ke Mahkamah Internasional.

About author

Your email address will not be published. Required fields are marked *