Kecelakaan Mudik Lebaran Tahun Ini Turun 65 Persen, Ini Penjelasannya

Kecelakaan Mudik Lebaran Tahun Ini Turun 65 Persen, Ini Penjelasannya

11 views
0

Polri menyebutkan bahwa kecelakaan lalu lintas selama libur lebaran tahun 2019 turun sebesar 65 persen di bandingkan dengan tahun lalu. Ini berdasarkan pencatatan kecelakaan lalu lintas selama 12 hari Operasi Ketupat tahun 2019 sampai hari Minggu 9 Juni lalu jika di bandingkan dengan periode yang sama pada tanggal 2018 lalu.

“Semua dapat berjalan baik dan lancar, termasuk selain keberhasilan mudik aman dan gembira, ini kami berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas,” papar kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri yakni Asep Adi Saputra seperti yang di terima oleh wartawan pada hari Selasa tanggal 11 Juni 2019.

Kecelakaan Mudik Lebaran Tahun Ini Turun 65 Persen, Ini Penjelasannya

Kecelakaan Mudik Lebaran Tahun Ini Turun 65 Persen, Ini Penjelasannya

Bagi dia, sampai hari Minggu tanggal 9 Juni tahun 2019, tercatat ada sekitar 529 kecelakaan lalu lintas terjadi selama Operasi Ketupat tahun 2019. Sementara pada libur Lebaran 2018 pada periode yang sama tercatat telah ada sekitar 1.491 kecelakaan lalu lintas.

Dari 529 kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Lebaran 2019 ini, menyebabkan 132 korban meninggal dunia, 97 luka berat serta tercatat ada 1.638 orang yang mengalami luka ringan.

Selama 12 hari Operasi Ketupat pada tahun 2019 ini, kecelakaan lalu lintas banyak yang terjadi di jalan arteri, di susul jalan kolketor primer, lokal atau lingkaran sekitar serta juga jalan tol.

Untuk arus balik, telah ada 312.803 kendaraan yang masuk lewat gerbang Tol Cikampek, dari sekitar 783.357 yang keluar pada terjadi arus mudik tiba.

Ada juga Operasi Ketupat 2019 di gelar pada seluruh jajaran polda seluruh Indonesia dengan 11 daerah asal serta tujuan pemudik yang telah di prioritaskan.

Polda yang menjadi prioritas di antaranya ialah Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda DIY, Polda Jawa Timur, Polda Banten, Polda Lampung, Polda Sumatera Selatan, Polda Sulawesi Selatan, Polda Bali serta juga Polda Papua.

Operasi juga melibatkan 160.335 personel gabungan yang juga terdiri dari 93.589 personel Polri, 13.131 personel Tentara Nasional Indonesia serta 18.906 personel serta dinas yang terkait. Selanjutnya juga sebanyak 11.720 personel Pramuka juga 16.076 personel organisasi kemasyarakatan serta kepemudaan.

About author